• RSS tulisan gue

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS belajar tentang islam

    • Gelar Gr untuk Guru 4 March 2014
      Akhir-akhir ini, dunia pendidikan Indonesia cukup ramai dengan wacana gelar Gr untuk tenaga pengajar. Gelar Gr ini sendiri adalah gelar profesi tenaga pendidik yg didapat setelah menempuh pendidikan profesi selama 1 tahun. Pendidikan profesi ini bisa ditempuh oleh sarjana pendidikan maupun ilmu non-pendidikan asal masih satu rumpun ilmu, misal sarjana sastra […]
      FajarPagi
    • Berdamai dengan Diri 13 February 2014
      Masa lalu beragam yang dialami setiap orang mewarnai pribadi mereka yang dengannya timbul warna-warna kepribadian unik yang tiada duanya. Pun juga saya yang mengalami masa lalu yang cukup kelam dalam perspektif pribadi. Hidup dari keluarga yang berpisah dan dirundung kemiskinan, mengakrabkan saya dengan dunia jalanan dan pekerjaan di usia dini. Di usia yang […]
      FajarPagi
    • Menghargai Pilihan 12 February 2014
      Dalam menempuh hidup, Allah telah mengirim para nabi dan rasul-Nya untuk membimbing kita, dan kita lihat bahwa Rasulullah Muhammad saw mendidik banyak sahabat yang dengannya terbentuk umat terbaik (khoiru ummah). Para sahabat ini memiliki berbagai backgroud yang saling melengkapi menjadi batu bata yang saling menguatkan membentuk tembok peradaban Islam. Perb […]
      FajarPagi
    • Mengunjungi Masternya Manajemen Operasi 28 November 2013
      Beberapa saat lalu, saya dikenalkan buku The Toyota Way oleh salah satu mentor bisnis saya pakwandi, telat ya, better be late than never they say.
      FajarPagi
    • Create Your Niche 18 November 2013
      FajarPagi
    • Decoy Effect 18 November 2013
      Buat temen-temen yang berkecimpung di dunia marketing, tentu sudah tidak asing lagi dengan decoy effect. Decoy effect digunakan untuk merespon ketidakrasionalan calon pembeli yang bisa diprediksi. kalau ada penawaran harddisk (HD) dengan spesifikasi : A B Harga $400 $300 Kapasitas 30GB 20GB Maka pembeli akan cenderung terbagi dua, sebagian pembeli akan membe […]
      FajarPagi
    • Berbisnis dengan Ilmu 5 May 2013
      Saat ini, di Indonesia, sedang menggejala virus enterpreneur. hal yang sangat bagus, dengannya insyaAllah akan semakin maju perekonomian suatu bangsa. Bangsa ini tidak bisa selamanya bertumpu pada SDA-nya, akan tetapi harus dipompa oleh SDM-SDM yang unggul di semua lini, baik dari sains, engineering, pendidikan, kesehatan, dan tentu finansial yang digerakkan […]
      FajarPagi
    • Fleksibilitas dalam Marketing 18 April 2013
      Kemaren, saat tengah asik menjahit, tiba-tiba salah satu rekan kerja menghampiri dan mengatakan ada yg ingin ketemu. Benerin baju, pasang muka ganteng, lalu keluar workshop. Pas keluar ternyata ada mas-mas usia 20an awal dengan baju rapi dan mata berbinar penuh semangat menatap masa depan #nguk, menyalami dengan penuh antusias. Setelah memperkenalkan diri, t […]
      FajarPagi
    • 20 Motivasi dari Enterpreneur Sukses 1 April 2013
      Para enterprenuer sukses berikut akan membagikan motivasi sukses yang paling bernilai bagi mereka dalam mencapai kesuksesan. “Saat aku kecil, ayahku menyemangatiku dan kakakku untuk melakukan kegagalan. Saat makan malam, beliau akan menanyakan ‘Jadi, kegagalan apa yang telah kalian lakukan minggu ini?’ Jika kami tidak melakukan kegagalan apapun, beliau akan […]
      FajarPagi
    • Memberi dengan Dedikasi sebelum Menerima 6 February 2013
      Hampir setiap malam, saya bekerja menjadi waiter pada Lesehan Raos Eco, sebuah rumah makan yang menyajikan Gudeg di Jl Dagen, seputaran Jl Malioboro yang fenomenal. Setiap hari juga akhirnya bersua dengan banyak ragam orang, mulai wisatawan lokal, manca negara, pegawai toko, orang-orang yang bekerja dalam dunia wisata, preman, dan tentunya pengamen.Pengamen […]
      FajarPagi
  • arsip oecoep

  • facebook

  • pasang iklan anda disini

    adi ucup

    adi setiawan

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 6 other followers

  • jadikanlah kebaikan adalah hidupmu dan hidup mu adalah kebaikan

  • pengunjung

    • 43,994 orang
  • favourite

  • adioecoep

  • dapur adioecoep

  • hidup adalah perbuatan karena orang yang berbuat pasti adalah orang hidup ha…ha….ha

  • http://www.detik.com

  • tulisan teratas

  • paling banyak dibaca

  • almanak

    July 2014
    M T W T F S S
    « Feb    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • insan kamil

    be the stronger is better than cower

  • ucup ways

    isilah hidupmu dengan kebaikan karena itu yang akan menolongmu kelak di hari pembalasan

  • oecoep

    i am the man want to be insan kamil like my prophet Muhammad SAW

  • Flickr Photos

    More Photos
  • Fathurrahman

  • arsip

  • RSS berita update

  • RSS my another blog

    • Jangan pelihara benci sahabatku ! 24 April 2009
      Jangan Pelihara Rasa Benci dikutip dari portal COP Suatu hari, ketika Nabi saw sedang berkumpul dengan para sahabat di dekat ka’bah, seorang lelaki asing lewat di hadapan mereka. Setelah lelaki itu berlalu, Nabi berujar kepada para sahabat, ”Dialah ahli surga.” Dan hal itu dikatakannya sampai tiga kali. Atas pernyataan Nabi tersebut, timbul penasaran di kala […]
      adi setiawan
    • kunci hati 20 April 2009
      Kunci Hati Senin, 20 April 09 – oleh : admin | 88 x dibaca Pada zaman dulu, ada seorang pesulap bernama Houdini yang sangat ternama dan memiliki ketrampilan yang istimewa, dia bisa membuka kunci serumit apapun juga dalam waktu yang sangat singkat, dan selama ini tidak pernah gagal. Dia pernah menetapkan sebuah target yang penuh […]
      adi setiawan
    • Masuk yang manakah kita? 16 April 2009
      Masuk yang manakah kita? Dalam hidup yang amat sederhana dan singkat ini banyak sekali kejadian-kejadian di sekeliling kita yang hampir setiap hari terjadi, baik yang sifatnya positif maupun negatif, namun manusia sebagai makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lainnya, sepertinya tidak mau memikirkan apalagi menghayatinya. Apakah kita yang termasuk di da […]
      adi setiawan
    • pelajaran hidup dari seorang filsup 8 April 2009
      Pelajaran Hidup Dari Socrates Beberapa murid dari filosof barat kuno Socrates pernah meminta pendapat Socrates tentang hakekat kehidupan manusia. Socrates membawa mereka ke pinggir sebuah hutan buah, berpesan kepada mereka, “Kalian masing-masing berjalanlah menelusuri barisan pohon-pohon buah ini, berjalan dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya, setiap o […]
      adi setiawan
    • Pak Shaleh dan orang shaleh 8 April 2009
      SALEH DAN MALU oleh Mohammad Sobary Beruntung, saya pernah mengenal tiga orang saleh. Ketiganya tinggal di daerah yang berbeda, sikap dan pandangan agamis mereka berbeda, dan jenis kesalehan mereka pun berbeda. Saleh pertama di Klender, orang Betawi campuran Arab. Ia saleh, semata karena namanya. Orang menyukainya karena ia aktif siskamling meskipun bukan pa […]
      adi setiawan
    • The Power of Ikhlas 6 April 2009
      The Power of Ikhlas ALKISAH, di sebuah desa hiduplah seorang ulama yang sangat disegani,meski secara ekonomi hidupnya pas-pasan. Dia berusaha mengajak penduduk di sekitarnya untuk menyembah Tuhan dengan meninggalkan tradisi dan kepercayaan lama yang suka menyembah gunung dan pohonpohon besar.Penduduk desa meyakini gunung dan pohonpohon besar memiliki kekuata […]
      adi setiawan
    • Suami Dambaan Para Bidadari 6 April 2009
      Suami Dambaan Para Bidadari Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi Suami Dambaan Bidadari dakwatuna.com – “Aku benar-benar melihat malaikat sedang memandikan Hanzhalah di antara langit dan bumi dengan air dari awan dalam sebuah tempat besar terbuat dari perak.” Sahabat Urwah ra menegaskan kesaksiannya tentang kesyahidan Hanzhalah di perang Uhud. Mekkah menggelegak terb […]
      adi setiawan
    • Sepucuk “Hidayah” Buat Seorang Sahabat 6 April 2009
      Sepucuk “Hidayah” Buat Seorang Sahabat Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi dakwatuna.com – “Celakalah Khalid. Semoga tuhan Romawi melaknatnya.” Sumpah serapah itu keluar dari mulut Argenta seraya menarik tali kekang kudanya meninggalkan medan perang yang masih berdebu. Samar-samar terlihat ribuan tentara Romawi mulai mengambil langkah seribu. Argenta masih terengah- […]
      adi setiawan
    • ketegaran seorang istri 24 March 2009
      perempuan yg sabar
      adi setiawan
    • kisah sedih 24 March 2009
      buat orang tua untuk bagaimana blajar mendidik anak
      adi setiawan
  • RSS asalusil.com

    • Bentrok Antara Pasukan Tni Vs Kelompok Bersenjata Di Papua, Menewaskan 30 July 2014
      Aparat TNI menembak mati seorang anggota kelompok bersenjata Yohosua Arampayai (38 tahun) dalam sebuah insiden baku tembak di i Kampung Sasawa, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen.Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Andika Perkasa menjelaskan, pada Sabtu (1/2) pukul 11.30 WIB terjadi kontak tembak antara Patroli Tim Gabungan TNI AD / Polri […]
      ASAL USIL
    • Kapan Waktu Berolahraga Yang Baik? 30 July 2014
      Olahraga di lakukan di pagi hari atau di saat puasa sebelum makanan masuk! makanan artinya apa saja yang anda masukkan dalam mulut anda lalu anda makan. kecuali sama sekali tidak ber kalori. Banyak yang mengatakan bahwa jangan berolahraga dalam keadaan perut kosong karena otot anda akan kemakan, anda tidak akan kuat, anda akan sakit dan lain sebagainya… well […]
      ASAL USIL
    • Perempuan India Dibakar Hidup-Hidup Hanya Karena Tidak Bisa Membay 29 July 2014
      Seorang ibu dan anak perempuannya di India dibakar hidup-hidup oleh suami dia sebab gagal membayar mas kawin. Selain itu sang suami kesal sebab istrinya tidak bisa memberikan dia anak laki-laki. Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Ahad (2/2), Annu Devi tengah menyusui bayinya disiram bensin dan dibakar hidup-hidup oleh suaminya bernama Gunjan Masat dibant […]
      ASAL USIL
    • Membangun Bisnis Benih Hortikultura 29 July 2014
      1. Jurus Mee Too bagi Perusahaan Benih Baru Pendahuluan Untuk memulai bisnis benih hortikultura, langkah awal yang harus dipersiapkan adalah kesiapan SDM dan fasilitas penunjangnya. Langkah awal memulai bisnis perbenihan hortikultura dimualai dengan m...
      ASAL USIL
    • Masalah Pasokan Listrik 29 July 2014
      /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";} Pasokan tenaga listrik yang tidak memadai dan tidak dapat diandalkan mempengaruhi banyak negara be […]
      ASAL USIL

Doa kang Suto

bertaqwalah!!!!

bertaqwalah!!!!

setiap manusia diciptakan berbangsa-bangsa dengan warna kulit,rambut,bahasa dll. yg beraneka ragam yang tujuannya untuk saling mengenal. dan yang paling tinggi derajatnya adalah orang yang bertaqwa, bukan orang yang cantik,tampan,kaya, terhormat dll. semoga kita termasuk golongan orang yang bertaqwa. amin

DOA KANG SUTO

Pernah saya tinggal di Perumnas Klender. Rumah itu dekat
mesjid yang sibuk. Siang malam orang pada ngaji. Saya tak
selalu bisa ikut. Saya sibuk ngaji yang lain.

Lingkungan sesak itu saya amati. Tak cuma di mesjid. Di
rumah-rumah pun setiap habis magrib saya temui kelompok
orang belajar membaca Al Quran. Anak-anak, ibu-ibu dan
bapak-bapak, di tiap gang giat mengaji. Ustad pun diundang.

Di jalan Malaka bahkan ada kelompok serius bicara sufisme.
Mereka cabang sebuah tarekat yang inti ajarannya berserah
pada Tuhan. Mereka banyak zikir. Solidaritas mereka kuat.
Semangat agamis, pendeknya, menyebar di mana-mana.

Dua puluh tahun lebih di Jakarta, tak saya temukan corak
hidup macam itu sebelumnya. Saya bertanya: gejala apa ini?
Saya tidak heran Rendra dibayar dua belas juta untuk membaca
sajak di Senayan. Tapi, melihat Ustad Zainuddin tiba-tiba
jadi superstar pengajian (ceramahnya melibatkan panitia,
stadion, puluhan ribu jemaah dan honor besar), sekali lagi
saya dibuat bertanya: jawaban sosiologis apa yang harus
diberikan buat menjelaskan gairah Islam, termasuk di
kampus-kampus sekular kita? Benarkah ini wujud santrinisasi?

Di Klender yang banyak mesjid itu saya mencoba menghayati
keadaan. Sering ustad menasihati, “Hiasi dengan bacaan
Quran, biar rumahmu teduh.”

Para “Unyil” ke mesjid, berpici dan ngaji. Pendeknya, orang
seperti kemarok terhadap agama.

Dalam suasana ketika tiap orang yakin tentang Tuhan, muncul
Kang Suto, sopir bajaj, dengan jiwa gelisah. Sudah lama ia
ingin salat. Tapi salat ada bacaan dan doanya. Dan dia tidak
tahu. Dia pun menemui pak ustad untuk minta bimbingan,
setapak demi setapak.

Ustad Betawi itu memuji Kang Suto sebagai teladan. Karena,
biarpun sudah tua, ia masih bersemangat belajar. Katanya,
“Menuntut ilmu wajib hukumnya, karena amal tanpa ilmu tak
diterima. Repotnya, malaikat yang mencatat amal kita cuma
tahu bahasa Arab. Jadi wajib kita paham Quran agar amal kita
tak sia-sia.”

Setelah pendahuluan yang bertele-tele, ngaji pun dimulai.
Alip, ba, ta, dan seterusnya. Tapi di tingkat awal ini Kang
Suto sudah keringat dingin. Digebuk pun tak bakal ia bisa
menirukan pak ustad. Di Sruweng, kampungnya, ‘ain itu tidak
ada. Adanya cuma ngain. Pokoknya, kurang lebih, ngain.

“Ain, Pak Suto,” kata Ustad Bentong bin H. Sabit.

“Ngain,” kata Kang Suto.

“Ya kaga bisa nyang begini mah,” pikir ustad.

Itulah hari pertama dan terakhir pertemuan mereka yang
runyem itu. Tapi Kang Suto tak putus asa. Dia cari guru
ngaji lain. Nah, ketemu anak PGA. Langsung Kang Suto
diajarinya baca Al-Fatihah.

“Al-kham-du …,” tuntun guru barunya.

“Al-kam-ndu …,” Kang Suto menirukan. Gurunya bilang,
“Salah.”

“Alkhamdulillah …,” panjang sekalian, pikir gurunya itu.

“Lha kam ndu lilah …,” Guru itu menarik napas. Dia merasa
wajib meluruskan. Dia bilang, bahasa Arab tidak sembarangan.
Salah bunyi lain arti. Bisa-bisa kita dosa karena mengubah
arti Quran.

Kang Suto takut. “Mau belajar malah cari dosa,” gerutunya.

Ia tahu, saya tak paham soal kitab. Tapi ia datang ke rumah,
minta pandangan keagamaan saya.

“Begini Kang,” akhirnya saya menjawab. “Kalau ada ustad yang
bisa menerima ngain, teruskan ngaji. Kalau tidak, apa boleh
buat. Salat saja sebisanya. Soal diterima tidaknya, urusan
Tuhan. Lagi pula bukan bunyi yang penting. Kalau Tuhan
mengutamakan ain, menolak ngain, orang Sruweng masuk neraka
semua, dan surga isinya cuma Arab melulu.”

Kang Suto mengangguk-angguk.

Saya ceritakan kisah ketika Nabi Musa marah pada orang yang
tak fasih berdoa. Beliau langsung ditegur Tuhan. “Biarkan,
Musa. Yang penting ketulusan hati, bukan kefasihan
lidahnya.”

“Sira guru nyong,” (kau guruku) katanya, gembira.

Sering kami lalu bicara agama dengan sudut pandang Jawa.
Kami menggunakan sikap semeleh, berserah, pada Dia yang
Mahawelas dan Asih. Dan saya pun tak berkeberatan ia zikir,
“Arokmanirokim,” (Yang Pemurah, Pengasih).

Suatu malam, ketika Klender sudah lelap dalam tidurnya, kami
salat di teras mesjid yang sudah tutup, gelap dan sunyi. Ia
membisikkan kegelisahannya pada Tuhan.

“Ya Tuhan, adakah gunanya doa hamba yang tak fasih ini.
Salahkah hamba, duh Gusti, yang hati-Nya luas tanpa batas
…”

Air matanya lalu bercucuran. Tiba-tiba dalam penglihatannya,
mesjid gelap itu seperti mandi cahaya. Terang-benderang. Dan
kang Suto tak mau pulang. Ia sujud, sampai pagi …

Pelajaran hidup dari seorang filsuf

anak sholeh

anak sholeh

Ilmu adalah ibarat darah yang mengalir didalam tubuh setiap raga, terkadang bila seseorang yang sedang sakit dan membutuhkan darah dokter menyarankan untuk tranfusi darah dan siapapun bisa menyumbangkan darah asal darahnya sehat,baik dan golongannya sama sehingga tidak ada resiko penolakan didalam tubuh yang mala menyebabkan sakitnya bertambah parah atau bahkan kematian. arti dari perumpamaan tersebut adalah kita boleh mengambil ilmu dari siapapun tidak melihat darimana dia berasal, asalkan ilmu itu baik dan bermanfaat. semoga bermanfaat

Pelajaran Hidup Dari Socrates
Beberapa murid dari filosof barat kuno Socrates pernah meminta pendapat Socrates tentang hakekat kehidupan manusia.
Socrates membawa mereka ke pinggir sebuah hutan buah, berpesan kepada mereka, “Kalian masing-masing berjalanlah menelusuri barisan pohon-pohon buah ini, berjalan dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya, setiap orang boleh memetik satu buah yang kalian anggap paling besar dan yang paling baik. Tidak boleh berjalan balik kembali, dan tidak boleh melakukan pilihan yang kedua kali.”

Para murid melakukan permintaan Socrates. Mereka berangkat ke hutan buah itu, mereka dengan sangat serius melakukan seleksi. Ketika mereka tiba di ujung hutan buah, sang guru sudah menantikan kedatangan mereka di sana.
Socrates bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah kalian sudah mendapatkan buah yang kalian anggap paling memuaskan?”

Ada salah satu muridnya menjawab, “Guru, ijinkanlah saya memilih sekali lagi. Tadi sewaktu saya masuk ke dalam hutan segera melihat buah yang sangat besar dan bagus. Akan tetapi saya tidak memetik buah itu karena saya takut di depan sana masih ada buah yang lebih besar dan lebih bagus. Ketika saya berjalan hingga ke ujung hutan, saya baru menyadari bahwa buah yang pertama kali saya jumpai itu adalah yang paling besar dan bagus.”

Murid-murid yang lain juga mohon untuk diijinkan memilih satu kali lagi. Dengan menggeleng-gelengkan kepala Socrates berkata, “Anak-anak sekalian, memang demikianlah kehidupan ini, tidak ada kesempatan untuk memilih yang kedua kalinya.”

Di dalam perjalanan hidup ini, kesempatan yang diberikan kepada setiap orang boleh dikatakan adalah sama rata. Ada orang yang bisa langsung meraih dan memegang erat kesempatan yang ada, tetapi ada juga banyak orang yang menyesal telah kehilangan atau telah melepaskan kesempatan baik. Diantara mereka yang menyesal kehilangan kesempatan baik, ada sebagian orang yang bersikap bimbang dan tidak tegas, ada juga sebagian orang yang berambisi terlalu besar.

Dari sini dapat kita lihat, menjadi orang seharusnya dapat melepas dan memandang hambar keinginan diri, menyayangi setiap kesempatan dan nasib dalam kehidupan ini.

Tujuan yang sudah dipastikan seharusnya direali-sasikan dengan sungguh-sungguh dan mantap, tidak gila pada kekayaan dan pangkat, hanya berusaha dalam kehidupan ini, tetapi tanpa adanya penyesalan dan sakit hati.

Dapat menyayangi kesempatan dan nasib berarti dapat bertanggung jawab kepada jiwa kita sendiri, karena banyak sekali kesempatan emas di dunia ini, yang tidak akan memberikan kepada kita kesempatan untuk memilih yang kedua kalinya. (Minghui/The Epoch Times/lin)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.