• RSS tulisan gue

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS belajar tentang islam

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • arsip oecoep

  • facebook

  • pasang iklan anda disini

    adi ucup

    adi setiawan

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 6 other followers

  • jadikanlah kebaikan adalah hidupmu dan hidup mu adalah kebaikan

  • pengunjung

    • 83,582 orang
  • favourite

  • adioecoep

  • dapur adioecoep

  • hidup adalah perbuatan karena orang yang berbuat pasti adalah orang hidup ha…ha….ha

  • http://www.detik.com

  • tulisan teratas

  • paling banyak dibaca

  • almanak

    July 2009
    M T W T F S S
    « Apr   Aug »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • insan kamil

    be the stronger is better than cower

  • ucup ways

    isilah hidupmu dengan kebaikan karena itu yang akan menolongmu kelak di hari pembalasan

  • oecoep

    i am the man want to be insan kamil like my prophet Muhammad SAW

  • Flickr Photos

    More Photos
  • Fathurrahman

  • arsip

  • RSS berita update

  • RSS my another blog

    • Jangan pelihara benci sahabatku ! 24 April 2009
      Jangan Pelihara Rasa Benci dikutip dari portal COP Suatu hari, ketika Nabi saw sedang berkumpul dengan para sahabat di dekat ka’bah, seorang lelaki asing lewat di hadapan mereka. Setelah lelaki itu berlalu, Nabi berujar kepada para sahabat, ”Dialah ahli surga.” Dan hal itu dikatakannya sampai tiga kali. Atas pernyataan Nabi tersebut, timbul penasaran di kala […]
      adi setiawan
    • kunci hati 20 April 2009
      Kunci Hati Senin, 20 April 09 – oleh : admin | 88 x dibaca Pada zaman dulu, ada seorang pesulap bernama Houdini yang sangat ternama dan memiliki ketrampilan yang istimewa, dia bisa membuka kunci serumit apapun juga dalam waktu yang sangat singkat, dan selama ini tidak pernah gagal. Dia pernah menetapkan sebuah target yang penuh […]
      adi setiawan
    • Masuk yang manakah kita? 16 April 2009
      Masuk yang manakah kita? Dalam hidup yang amat sederhana dan singkat ini banyak sekali kejadian-kejadian di sekeliling kita yang hampir setiap hari terjadi, baik yang sifatnya positif maupun negatif, namun manusia sebagai makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lainnya, sepertinya tidak mau memikirkan apalagi menghayatinya. Apakah kita yang termasuk di da […]
      adi setiawan
    • pelajaran hidup dari seorang filsup 8 April 2009
      Pelajaran Hidup Dari Socrates Beberapa murid dari filosof barat kuno Socrates pernah meminta pendapat Socrates tentang hakekat kehidupan manusia. Socrates membawa mereka ke pinggir sebuah hutan buah, berpesan kepada mereka, “Kalian masing-masing berjalanlah menelusuri barisan pohon-pohon buah ini, berjalan dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya, setiap o […]
      adi setiawan
    • Pak Shaleh dan orang shaleh 8 April 2009
      SALEH DAN MALU oleh Mohammad Sobary Beruntung, saya pernah mengenal tiga orang saleh. Ketiganya tinggal di daerah yang berbeda, sikap dan pandangan agamis mereka berbeda, dan jenis kesalehan mereka pun berbeda. Saleh pertama di Klender, orang Betawi campuran Arab. Ia saleh, semata karena namanya. Orang menyukainya karena ia aktif siskamling meskipun bukan pa […]
      adi setiawan
    • The Power of Ikhlas 6 April 2009
      The Power of Ikhlas ALKISAH, di sebuah desa hiduplah seorang ulama yang sangat disegani,meski secara ekonomi hidupnya pas-pasan. Dia berusaha mengajak penduduk di sekitarnya untuk menyembah Tuhan dengan meninggalkan tradisi dan kepercayaan lama yang suka menyembah gunung dan pohonpohon besar.Penduduk desa meyakini gunung dan pohonpohon besar memiliki kekuata […]
      adi setiawan
    • Suami Dambaan Para Bidadari 6 April 2009
      Suami Dambaan Para Bidadari Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi Suami Dambaan Bidadari dakwatuna.com – “Aku benar-benar melihat malaikat sedang memandikan Hanzhalah di antara langit dan bumi dengan air dari awan dalam sebuah tempat besar terbuat dari perak.” Sahabat Urwah ra menegaskan kesaksiannya tentang kesyahidan Hanzhalah di perang Uhud. Mekkah menggelegak terb […]
      adi setiawan
    • Sepucuk “Hidayah” Buat Seorang Sahabat 6 April 2009
      Sepucuk “Hidayah” Buat Seorang Sahabat Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi dakwatuna.com – “Celakalah Khalid. Semoga tuhan Romawi melaknatnya.” Sumpah serapah itu keluar dari mulut Argenta seraya menarik tali kekang kudanya meninggalkan medan perang yang masih berdebu. Samar-samar terlihat ribuan tentara Romawi mulai mengambil langkah seribu. Argenta masih terengah- […]
      adi setiawan
    • ketegaran seorang istri 24 March 2009
      perempuan yg sabar
      adi setiawan
    • kisah sedih 24 March 2009
      buat orang tua untuk bagaimana blajar mendidik anak
      adi setiawan
  • RSS asalusil.com

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Mukjizat Al Fatihah


Mukjizat Al Fatihah
Selasa, 14 Juli 09 – oleh : admin | 115 x dibaca

insyafkan pak Zaenal

Kejadian : Desember 2005

Pak Zaenal ( bukan nama sebenarnya red. ) adalah ayah 4 orang anak dan hidup

sederhana di suatu tempat di daerah Bogor Barat. Ia berusia sekitar 45 tahun.

Berperawakan kurus dan berkulit hitam. Diusianya yang telah memasuki usia 40

tahunan, ia nampak jauh lebih tua dibandingkan usia sesungguhnya.

Dia tidak mempunyai pekerjaan tetap selain mereparasi mesin ketik model

manual yang sudah ketinggalan jaman. Namun berkat kegigihannya dalam mencari

nafkah untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, pak Zaenal mampu memenuhi

bahkan menabung sedikit dari hasil jerih payahnya, meskipun itu tidaklah banyak.

Rumahnya yang sekarang berdiri setengah kokoh adalah bukti kesungguhan serta

tanggung jawabnya terhadap anak serta istri tercinta. Sungguh luar biasa

perjuangannya meski ia hanya tamat sekolah smu.

Kadang pasang tapi kadang pula surut, demikianlah penghasilan pak Zaenal

tukang servis mesin ketik manual yang kini amat jarang-jarang dijumpai dan

kalah bersaing dengan komputer yang lebih praktis digunakan. Disaat-saat inilah

dia mulai agak kelimpungan untuk menutupi kebutuhan rumah tangga serta biaya

sekolah anak-anak. Terpaksalah pak Zaenal meminjam uang dari sanak saudara atau

tetangga rumahnya. Demikian seterusnya, hingga seperti roda berputar, kadang

dia di atas kadang dia dibawah. Roda-roda itu dirasa terlampau cepat berputar

hingga pak Zaenal sulit mengikuti irama roda itu “bernyanyi”. Ibarat lirik lagu

dan irama yang mengiringi tak berjalan seia sekata.

Saking bersemangatnya pak Zaenal mencari sesuap nasi dan sekantung harapan,

sampai-sampai urusan shalat 5 waktu ia lupakan. Kata beberapa ulama shalih,

salah satu mengapa hidup kita terlampau berat untuk dipikul dan berat pula

untuk dijinjing adalah karena kita sering lalai menjalankan apa yang

diperintah-Nya serta menjauhi apa-apa yang dilarang oleh agama. Hidup ini tidak

mungkin mendapat keberkahan, bilamana kita tidak bertaqwa kepada-Nya. Hidup ini

seperti diombang-ambingkan ombak ganas di lautan. Mabuk serta pusing kita

dibuatnya

Beberapa kerabat sudah seringkali menasehati pak Zaenal dengan pendekatan

dari hati ke hati.

“Shalatlah pak zaenal dan ajaklah keluargamu untuk beribadah kepada Allah SWT

, insya Allah hidup keluargamu akan tercukupi serta berkah adanya !” Demikan

himbau sanak saudaranya.

Meskipun nasehat itu telah 5 kali dan datangnya dari orang yang berbeda-beda,

pak Zaenal tetap bersikukuh untuk tetap seperti apa adanya. Baginya semua itu

tidaklah masuk diakal. Segala sesuatu menurutnya harus masuk diakal serta

dilogika. Keras serta kukuh pendirian ayah 4 orang anak in

Allah SWT kemudian memenuhi janji-Nya untuk menurunkan azab bagi siapa saja

yang tidak bertaqwa kepada-Nya termasuk kepada keluarga pak Zaenal. Indah,

gadis lugu anak tertua pak Zaenal yang kini mulai beranjak dewasa terserang

penyakit paru-paru basah serta penyakit kulit yang terasa amat gatal. Dokter

telah memvonis, bahwa Indah akan sembuh hanya bila diobati secara kontinyu

selama kurang lebih 2 tahun lamanya. Betapa terkejut dia setelah mengetahui

vonis dokter menyangkut diri anak perempuan pertamanya. Betapa tidak hidup pak

Zaenal dari menservis mesin ketik kuno saja sudah amat pas-pasan, ini ditambah

lagi dengan biaya yang mesti dikeluarkan pak Zaenal sekitar 300 ribuan perbulan

untuk kelas obat generik, bisa dibayangkan sudah jatuh tertimpa tangga ditambah

tertimpa bangku pula.

Hidup pak Zaenal semakin bertambah terjal. Dari hari kehari hidupnya hanya

melamun serta menghabiskan berbungkus-bungkus rokok kretek, pusing serta penat

memikirkan penyakit anaknya, Indah. Kian hari tubuhnya kiat susut saja.

Terpaksalah pak Zaenal harus berhutang kesana kemari, hingga pada suatu hari

tak ada satupun karib kerabat mau mengulurkan pinjaman uang kepada pak Zaenal,

untuk mengobati sakitnya Indah tadi. Indah yang cantik, indah yang periang

serta pintar disekolahnya, kini berubah menjadi pemurung serta pemalu.

Suatu ketika salah satu kerabat dari pak Zaenal meminta pertolongan kepada

penulis untuk menyadarkan serta membantu pak Zaenal yang sedang kesusahan.

Bagaimanapun juga meski pak Zaenal keras secara watak, namun ia polos, jujur

serta bertanggung jawab.

“Insya Allah, kalo nanti saya bertemu dengan beliau akan saya coba berbicara

dari hati kehati .” kata penulis kepada kerabatnya tadi.

Beberapa waktu kemudian tibalah saat yang dinanti-nantikan. Saya datang

menghampiri pak Zaenal yang kini kurus serta pucat seperti tak bergairah hidup.

Sementara itu kepulan asap rokok keretek jarum coklat terus menerus keluar dari

dalam mulutnya yang kering. Matanya nampak menerawang menembus bayang-bayang

yang tak pasti serta semu. Penulis tersenyum kepada pak Zaenal berusaha untuk

mencairkan hatinya yang telah lama membeku di dasar lautan yang tak bertepi dan

dingin.

“Bagaimana kabarnya Indah pak Zaenal. Saya dengar dia menderita paru-paru

basah kronis dan kulit tubuhnya bersisik serta terasa amat gatal ya pak ?”

“Iya betul itu mas. Saya sudah pusing sekarang. Saya sudah pasrah, kalau saja

Indah tidak punya umur panjang saya sudah pasrahkan.” Kata pak Zaenal dengan

suara yang bergetar.

Kini matanya mulai berkaca-kaca menahan bendungan kecil yang sepertinya akan

tumpah ruah disudut matanya yang keriput dan hitam, begitu membayangkan nasib

anaknya yang belum kunjung sembuh karena digerogoti penyakit paru-paru basah

kronis.

“Jangan cepat mudah putus asa pak zaenal. Sepengetahuan saya menurut nukilan

satu hadits shahih bahwa Rasulullah saw bersabda : “Tak ada satupun penyakit

yang tak ada obatnya kecuali penyakit pikun dan maut (mati), dalam riwayat

lainnya hanya disebutkan satu saja yaitu penyakit tua (1) ”, nah itu dia dalil

haditsnya .”

“Ya betul mas, tapikan tetap harus ada 300 ribu perbulan untuk obatnya si

Indah ini, darimana uang sebanyak itu harus saya cari ? Masnya kan tahu saya

Cuma seorang tukang servis mesin ketik kuno bukan komputer ?.”

“Tidak harus seperti itu pak Zaenal dan insya Allah kemungkinan pak Zaenal

tidak perlu menunggu hingga 2 tahun untuk kesembuhan Indah anak pak Zaenal itu,

asal saja pak Zaenal haqul yakin dengan pertolongan Allah SWT.”

“Kok bisa begitu, mas ?” Tanya pak Zaenal dengan mimik muka serius

“Yang pertama pak Zaenal harus bertaqwa, dimana didalamnya pak Zaenal harus

mendirikan shalat 5 waktu sebagai kewajiban mutlak kita sebagai orang Islam.

Mintalah kepada Allah dengan cara lewat doa yang kita panjatkan setelah selesai

shalat.

“Jangankan minta kesembuhan, minta supaya saya punya penghasilan tetap saja

saja Allah tidak kabulkan, bagaimana saya bisa percaya dan mengapa saya mesti

shalat ?. Hmm .. maaf ya mas saya mah sudah beberapa orang menasehati seperti

ini. Tapi semuanya belum sreg ke dalam hati, semuanya nggak masuk di akal dan

dilogika .” katanya berterus terang.

“Tidak semua hal harus diukur dengan logika pak Zaenal. Kalo kita shalat

dengan benar tentu kita akan mendapat pahala, betul ya pak Zaenal ? .. lho tapi

kan yang namanya pahala itu abstrak nggak tahu bagaimana bentuknya. Kalo kita

nggak tahu bentuknya tapi kita yakin itu ada, berarti pahala itu bentuknya gaib

… tapi kita yakin itu ada. Nah, kalo demikian berarti kita tidak membutuhkan

logika, namun kita perlu iman pak Zaenal. Kemudian contoh yang lain semisal

azab kubur. Adanya azab kubur tidak bisa bisa kita lihat dengan mata telanjang,

tapi kita percaya bahwa peristiwa azab kubur itu ada, namun dia bentuknya gaib.

Tidak bisa dicerna oleh akal namun kita harus yakin peristiwa itu benar adanya.

Itulah yang kita namakan beriman. Beriman kepada yang Maha Gaib (Allah SWT),

beriman kepada Malaikat, beriman kepada para Rasul, kepada kitab-kitabnya.

Beriman kepada Qada dan Qadar serta beriman kepada hari akhir, inilah sandaran

orang muslim.” Kata penulis menjelaskan secara rinci.

Pak Zaenal hanya diam termangu seperti berusaha mencerna apa-apa yang penulis

uraikan sebelumnya. Sesaat kemudian dia kembali menghisap rokok keretek jarum

coklat dalam-dalam, lalu dibuangnya asap Surga itu keseantero udara

disekitarnya. Wusssssh ….. asapnya terhambur kesana-kemari dipermainkan angin

sore yang sedikit mendung kala itu. Demikian halnya dengan hati pak Zaenal,

hatinya berkecamuk hebat melawan karat dosa-dosa karena jarang shalat 5 waktu

serta banyak lupa berdzikrullah kepada-Nya.

Penulis melihat sepertinya uraian seperti ini masih terlalu berat bagi diri

pak Zaenal. Itu terlihat tidak adanya apresiasi balik. Kemudian …

“Pak Zaenal, hidup … maut … rezeki itu datangnya dari Allah SWT. Kita

sebagai manusia yang ditugaskan sebagai khalifah di dunia ini wajib berusaha

untuk bertahan serta mencari darimana rezeki itu Allah titipkan. Bila sekarang

ini pak Zaenal akan melamar suatu pekerjaan di sebuah perusahaan, maka tentu

bapak harus melengkapi surat-suratnya sebagai syarat permulaan kita akan

diinterview.

Betul ya pak ..?”

“Benar mas ..”

“Jika demikian adanya, bila kita ingin diterima sebagai karyawan di

perusahaan tersebut kita wajib mengikuti aturan-aturan main yang disyaratkan

perusahaan dimana lowongan itu dibuka. Betul ya pak Zaenal ..?

“ya benar itu ..”

“Kira-kira bisa nggak pak, seandainya kita nggak pake surat lamaran atau

tanpa melampirkan ijazah seperti yang di syaratkan perusahaan, kita bakalan

langsung kerja dan kemudian mendapat uang ..?

“Tidak bisa mas ..”

“ Nah berartikan harus melewati tahapan melengkapi surat-surat tadi, baru

kita wawancara dan kalo hasilnya baik, insya Allah kita akan diterima sebagai

karyawan dan otomatis tiap bulannya kita akan mendapat fulus sebagai upahnya.

Bukan begitu pak …?”

“Hmm .. ya ..ya ..”

“Dan kalau demikian, bila kita menginginkan rezeki yang awalnya gaib serta

kesembuhan Indah yang asalnya dari-Nya jua, maka kita harus mengikuti aturan

main sebagaimana sinonim perusahaan yang telah saya bicarakan dimuka. Artinya

kalo surat lamaran serta ijazah dllnya, itu akan sama dengan shalat 5 waktu.

Tidak ada surat lamaran berarti tidak ada shalat 5 waktu. Itu berarti lagi

bapak tidak akan diterima sebagai pegawai atau usahanya bapak akan sia-sia

tanpa kita menunaikan shalat 5 waktu sebagai prasyaratnya.

Untuk kali ini pula pak Zaenal masih terpekur kebingungan. Entahlah

kebingungan yang memang masih bingung atau bingung yang menuju arah yang lebih

jelas, semuanya masih terasa samar-samar.

“Sudah nggak usah bingung pak Zaenal, sekarang agar Indah bisa cepat sembuh

maka sebaiknya bapak shalat tahajud tengah malam. Cukup 2 rakaat serta tutup

dengan shalat sunah witir 1 rakaat saja. Lalu setelah selesai shalat

tahajudnya, baca surat Al Fatihah sebanyak 41 kali serta dilakukan selama 40

hari tanpa terputus kalo bisa. Di lain hal bapak sediakan juga segelar air dan

beri garam dapur sedikit saja. Selesai membaca surat Al Fatihah hembuskan udara

kedalam gelas yang berisi air tadi. Airnya biar diminum oleh Indah bersama obat

dokter dan sedikit dari padanya diusapkan pada seluruh tubuh dimana gatal-gatal

itu terasa. Insya Allah dengan berkahnya surat Al Fatihah ini Allah akan

tunjukan jalan keluarnya !” perintah penulis kepada pak Zaenal yang kali ini

lebih memperhatikan dengan kening yang sedikit berkerut.

“Kok bisa begitu ..?” kata pak Zaenal masih dengan nada ragu.

“Dalam shalat membaca surat Al Fatihah itu hukumnya wajib dan disitu memang

ada surat Al Fatihahnya. Sekarang dibacakan kedalam air dalam gelas, bapak

ingin membuktikan khasiat surat Al fatihah, insya Allah akan menyembuhkan

sakitnya anak bapak. Seandainya Indah nanti sembuh, berarti Al Fatihah benar

adanya. Dan ini berarti pula bahwa shalat 5 waktu juga benar adanya, karena di

dalamnya ada bacaan surat Al Fatihah. Nah fair .. bukan ?

Pak Zaenal nampak manggut-manggut dengan uraian penulis. Namun demikian kali

ini dia lebih menerima dengan penjelasan yang amat panjang lebat itu.

Alhamdulillah dengan hidayah-Nya semata, pak Zaenal melaksakan apa-apa yang

disarankan penulis. Demikian halnya dengan penulis sangat berharap akan

kemurahan-Nya, agar pak Zaenal kembali menjadi manusia yang taat serta bertaqwa

kepada Allah SWT.

Satu Bulan berselang kami bertemu kembali dan kembali membahas masalah satu

bulan yang lalu.

“Bagaimana kabarnya Indah pak Zaenal, sudah baikankah ..?”

“Kata dokter beberapa hari yang lalu, Indah anak saya sudah sembuh.” Katanya

polos dan datar.

“ Hah .. maksudnya sudah sembuh total begitu pak. Tapi bukannya harus nunggu

2 tahun untuk bisa sembuhnya ..? Kata penulis ikut keheranan.

“Kata dokter setelah dilakukan Xray, flek-flek di paru-paru Indah sudah

hilang tanpa bekas. Dokter juga keheranan akan hal ini. Begitu juga sisik-sisik

dikulit dan terasa gatal hilang tanpa ada bekasnya.” Jawab pak Zaenal masih

dengan lugunya.

“Subhanallah … Alhamdulillah ….” Kata penulis penuh haru dan gembira

mendengar kabar yang baik ini.

“Hmm … bapak berapa hari menyelesaikan shalat tahajudnya, 40 harikah …

karena sekarang inikan belum mencapai 40 hari ?

“Cuma dapat 2 hari saja mas …”

“Dua hari pak ….? Subhanallah …..begitu baiknya Allah pada bapak hingga

bapak tak perlu menunggu hingga 40 hari lamanya.” Kata penulis tertegun penuh

keheranan.

Pak Zaenal kini nampak tersenyum bahagia setelah mengetahui anaknya Indah

lolos dari maut akibat digerogoti penyakit paru-paru basah serta penyakit kulit

yang sempat meninggalkan luka gores akibat banyak digaruk oleh kuku-kuku jari

Indah.

“Nah bagaimana sekarang pak Zaenal, bukankah Al Fatihah itu benar adanya ?

dan berarti shalat 5 waktu itu bukanlah hal yang sia-sia ?

“Benar mas, saya sudah membuktikan kebenaran Al Fatihah, meskipun masih

meninggalkan berjuta misteri di dalam hati, namun jauh dari itu anak saya Indah

sudah sembuh dari sakitnya, itu sudah lebih dari cukup.”

“Benar pak Zaenal, Allah ternyata masih menyayangi bapak juga dengan Indah.

Saya hanya bisa berkata selamat kepada pak Zaenal. Hanya berkat kemurahan-Nya

Allah tunjukan kebesaran serta mukjizat dari surat Al Fatihah.”

Akhir cerita, kini pak Zaenal mulai rajin shalat 5 waktu serta ikut dalam

pengajian setiap kesempatan itu ada. Subhanallah Walhamdulillah, akhirnya salah

seorang dari hamba-Nya telah kembali ke jalan yang lurus. Jalan yang telah

Allah beri nikmat kepada setiap hamba-hamba-Nya shaleh, bukan jalannya

orang-orang yang sesat.

Semoga dengan adanya kisah nyata yang penulis tuliskan kedalam kertas putih

ini bisa menjadi i’tibar bagi kita semua, bahwa asma-asma Allah itu benar

adanya. Bahwa shalat 5 waktu itu benar adanya, dan bahwa Al Fatihah itu firman

Allah bukan perkataan sia-sia ataupun puisinya Rasulullah saw, seperti

orang-orang non muslim katakan.

Wallahu A’lam Bish Showab.

***********************************************

Note :

(1) “Pernah ketika saya sedang bersama Rasulullah saw, datanglah beberapa

orang Arab Badui. Mereka bertanya : ‘Wahai Rasulullah, apakah kami harus

berobat?’ Rasulullah saw bersabda : ‘Benar sekali, wahai para hamba Allah.

Berobatlah kalian. Sesungguhnya Allah SWT tidak menimpakan suatu penyakit,

melainkan Dia juga memberikan obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu tua.”

(HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud dalam kitab pengobatan. Imam Tirmidzi

berpendapat bahwa hadist tersebut shahih.

Dalil-dalil surat Al Fatihah sebagai obat

“Faatihatul kitab (surat Al Fatihah) itu adalah obat dari segala penyakit.”

(HR. Imam Al Baihaqy dari Abdul Malik bin Umair).

“Faatihatul kitab (surat Al Fatihah) itu adalah obat dari Racun.” (HR. Sa’id

bin Manshur Al Baihaqy)

Dalam suatu perjalanan para sahabat berhenti disebuah perkampungan dimana

ketua sukunya terkena sakit akibat gigitan binatang berbisa pada kakinya. Salah

seorang budak wanita meminta pertolongan kepada salah satu sahabat dan

disanggupi. Dengan membaca Umul Kitab (surat Al Fatihah) kemudian ditiupkan

kepada kaki yang sakit tadi. Ternyata kemudian kepala suku tadi sembuh dan

dapat berjalan tanpa terasa sakit lagi. Sebagai rasa terima kasih kepala suku

menghadiahkan beberapa ekor kambing ( dalam riwayat lain 30 kambing ) kepada

para sahabat tadi. Para sahabat akhirnya pulang dan menemui Rasulullah saw

serta menanyakan ihwal ruqyah dengan menggunakan umul kitab tersebut.

Rasulullah saw berkata “Bisa jadi surat Al Fatihah memang dapat digunakan untuk

mengobati sakit seseorang. Kalau demikian berikan kepadaku beberapa ekor

kambing !”

Demikian Rasulullah saw dengan tertawa-tawa. (HR. Imam Bukhori)

True Story By

Heru Trisakti Hanuranto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: