• RSS tulisan gue

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS belajar tentang islam

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • arsip oecoep

  • facebook

  • pasang iklan anda disini

    adi ucup

    adi setiawan

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 6 other followers

  • jadikanlah kebaikan adalah hidupmu dan hidup mu adalah kebaikan

  • pengunjung

    • 83,582 orang
  • favourite

  • adioecoep

  • dapur adioecoep

  • hidup adalah perbuatan karena orang yang berbuat pasti adalah orang hidup ha…ha….ha

  • http://www.detik.com

  • tulisan teratas

  • paling banyak dibaca

  • almanak

    July 2009
    M T W T F S S
    « Apr   Aug »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • insan kamil

    be the stronger is better than cower

  • ucup ways

    isilah hidupmu dengan kebaikan karena itu yang akan menolongmu kelak di hari pembalasan

  • oecoep

    i am the man want to be insan kamil like my prophet Muhammad SAW

  • Flickr Photos

    More Photos
  • Fathurrahman

  • arsip

  • RSS berita update

  • RSS my another blog

    • Jangan pelihara benci sahabatku ! 24 April 2009
      Jangan Pelihara Rasa Benci dikutip dari portal COP Suatu hari, ketika Nabi saw sedang berkumpul dengan para sahabat di dekat ka’bah, seorang lelaki asing lewat di hadapan mereka. Setelah lelaki itu berlalu, Nabi berujar kepada para sahabat, ”Dialah ahli surga.” Dan hal itu dikatakannya sampai tiga kali. Atas pernyataan Nabi tersebut, timbul penasaran di kala […]
      adi setiawan
    • kunci hati 20 April 2009
      Kunci Hati Senin, 20 April 09 – oleh : admin | 88 x dibaca Pada zaman dulu, ada seorang pesulap bernama Houdini yang sangat ternama dan memiliki ketrampilan yang istimewa, dia bisa membuka kunci serumit apapun juga dalam waktu yang sangat singkat, dan selama ini tidak pernah gagal. Dia pernah menetapkan sebuah target yang penuh […]
      adi setiawan
    • Masuk yang manakah kita? 16 April 2009
      Masuk yang manakah kita? Dalam hidup yang amat sederhana dan singkat ini banyak sekali kejadian-kejadian di sekeliling kita yang hampir setiap hari terjadi, baik yang sifatnya positif maupun negatif, namun manusia sebagai makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lainnya, sepertinya tidak mau memikirkan apalagi menghayatinya. Apakah kita yang termasuk di da […]
      adi setiawan
    • pelajaran hidup dari seorang filsup 8 April 2009
      Pelajaran Hidup Dari Socrates Beberapa murid dari filosof barat kuno Socrates pernah meminta pendapat Socrates tentang hakekat kehidupan manusia. Socrates membawa mereka ke pinggir sebuah hutan buah, berpesan kepada mereka, “Kalian masing-masing berjalanlah menelusuri barisan pohon-pohon buah ini, berjalan dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya, setiap o […]
      adi setiawan
    • Pak Shaleh dan orang shaleh 8 April 2009
      SALEH DAN MALU oleh Mohammad Sobary Beruntung, saya pernah mengenal tiga orang saleh. Ketiganya tinggal di daerah yang berbeda, sikap dan pandangan agamis mereka berbeda, dan jenis kesalehan mereka pun berbeda. Saleh pertama di Klender, orang Betawi campuran Arab. Ia saleh, semata karena namanya. Orang menyukainya karena ia aktif siskamling meskipun bukan pa […]
      adi setiawan
    • The Power of Ikhlas 6 April 2009
      The Power of Ikhlas ALKISAH, di sebuah desa hiduplah seorang ulama yang sangat disegani,meski secara ekonomi hidupnya pas-pasan. Dia berusaha mengajak penduduk di sekitarnya untuk menyembah Tuhan dengan meninggalkan tradisi dan kepercayaan lama yang suka menyembah gunung dan pohonpohon besar.Penduduk desa meyakini gunung dan pohonpohon besar memiliki kekuata […]
      adi setiawan
    • Suami Dambaan Para Bidadari 6 April 2009
      Suami Dambaan Para Bidadari Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi Suami Dambaan Bidadari dakwatuna.com – “Aku benar-benar melihat malaikat sedang memandikan Hanzhalah di antara langit dan bumi dengan air dari awan dalam sebuah tempat besar terbuat dari perak.” Sahabat Urwah ra menegaskan kesaksiannya tentang kesyahidan Hanzhalah di perang Uhud. Mekkah menggelegak terb […]
      adi setiawan
    • Sepucuk “Hidayah” Buat Seorang Sahabat 6 April 2009
      Sepucuk “Hidayah” Buat Seorang Sahabat Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi dakwatuna.com – “Celakalah Khalid. Semoga tuhan Romawi melaknatnya.” Sumpah serapah itu keluar dari mulut Argenta seraya menarik tali kekang kudanya meninggalkan medan perang yang masih berdebu. Samar-samar terlihat ribuan tentara Romawi mulai mengambil langkah seribu. Argenta masih terengah- […]
      adi setiawan
    • ketegaran seorang istri 24 March 2009
      perempuan yg sabar
      adi setiawan
    • kisah sedih 24 March 2009
      buat orang tua untuk bagaimana blajar mendidik anak
      adi setiawan
  • RSS asalusil.com

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Balada Suami dengan Empat Istri


Empat Istri

diambil dari portal COP
Rabu, 29 Juli 09 – oleh : admin | 271 x dibaca

Dahulu ada seorang pria telah mempersunting empat perempuan. Istri keempat yang sangat mendapat kasih dari suaminya, tidak peduli dia sedang berdiri, bekerja ataupun beristirahat, suaminya selalu menyertai dia bagaikan bayangan yang tidak lepas dari bentuknya.

Setiap hari ketika dia mandi, sisir, bahkan ketika ganti baju, suaminya selalu bisa memperlakukan dia dengan baik. Asalkan dia senang dengan pakaian yang mana, suaminya mau membelikan untuknya. Tidak peduli ke mana suaminya pergi, selalu akan pergi bersamanya. Suami itu selalu menuruti apa saja yang dia katakan, ia benar-benar sangat dimanjakan oleh suaminya.

Istri yang ketiga melewati perjuangan yang susah payah baru bisa diperoleh, boleh dikata hampir sama dengan merebut dari tangan orang lain. Maka dari itu, suami sering kali berkata-kata manis dengan dirinya, tetapi tidak sama seperti istri yang keempat, tetapi juga selalu dimanjakan.

Istri yang kedua acap kali bertemu, saling menghibur, persis seperti sepasang teman karib yang bisa saling mempercayai sepenuhnya, saling bertukar pandangan, asalkan berkumpul menjadi satu bisa saling memuaskan, begitu berpisah, bisa langsung saling merindukan.

Dan istri yang pertama, benar-benar seperti pelayan. Dia bertanggung jawab atas semua pekerjaan berat di dalam rumah tangga. Dia terjerumus dalam segala macam kerisauan, tetapi sama sekali tidak ada keluhan, membiarkan dirinya diperintah sesuka hati suaminya. Dia sama sekali tidak pernah mendapatkan belaian kasih dan sepatah kata yang menghibur hati dari suaminya, di dalam hati suaminya boleh dikata hampir tidak ada tempat untuk dirinya.

Suatu hari, pria tersebut harus meninggalkan kampung halaman, untuk pergi ke luar negeri merantau dalam jangka waktu yang panjang, dia berkata dengan istrinya yang keempat, “Saya sekarang ada kepentingan dan harus segera ke luar negeri, apakah kamu bersedia pergi bersamaku?”

Istrinya yang keempat menjawab, “Saya tidak bersedia ikut denganmu.”

Dengan sangat heran dan penuh ketidak pahaman dia bertanya, “Yang paling saya kasihi adalah dirimu, saya menuruti semua kemauanmu, demi membuat dirimu senang, saya telah mencurahkan segenap tenaga. Mengapa sekarang engkau tidak bersedia ikut denganku?”

“Tidak peduli berapa kasihmu terhadapku, saya tetap tidak bersedia menemanimu!” Dengan keras kepala istrinya yang keempat itu menolaknya.

Suami itu sangat menyesali sikap istrinya yang tidak tahu budi ini, dia lalu memanggil istrinya yang ketiga serta berkata, “Apakah engkau bersedia menemaniku?”

Istrinya yang ketiga menjawab, “Istri keempat yang paling kau sayangi itu saja tidak bersedia menemanimu untuk pergi, mengapa saya harus menemanimu?”

Suaminya berkata, “Apakah kamu tahu dulu ketika aku sedang mengejarmu, telah mengeluarkan berapa daya upaya? Tidak peduli cuaca panas dan dingin, lapar dan kehausan semuanya sudah pernah kualami demi dirimu. Kadang kala demi dirimu, aku telah menghadapi bahaya dan kesukaran, berjumpa dengan perampok, bertengkar dengan orang lain, tubuh ini hampir saja hancur lebur, dan dengan sangat tidak mudah baru bisa memiliki dirimu. Mengapa sekarang engkau tidak bersedia ikut denganku?”

Tidak peduli bagaimana dia berkata, istrinya yang ketiga tetap saja bersiteguh, tidak mau ikut dengannya, “Itu karena engkau sendiri yang berusaha sekuat tenaga mengejar untuk mendapatkanku, bukan aku yang mengejarmu, sekarang engkau akan meninggalkan kampung halaman pergi merantau ke luar negeri, mengapa aku harus menemanimu menderita kesengsaraan di luar negeri?”

Suaminya ini juga menyesali sikap istrinya yang ketiga ini yang tidak mengenal kasihan, dengan terpaksa dia memanggil istrinya yang kedua dan berkata, “Apakah engkau bersedia menemaniku ke luar negeri?”

“Saya pernah menerima kebaikan hatimu, saya dapat mengantarmu hingga ke tapal batas kota. Tetapi jika dirimu meminta saya menemani ke luar negeri, maafkan saja saya tidak bisa mengabulkan permintaan itu.”

Suaminya juga membenci istri kedua yang tidak kenal kasihan ini, dia lalu memanggil istrinya yang pertama untuk diajak berbicara.

“Saya akan bertamasya ke luar negeri, apakah dirimu bisa menemaniku?”

Istri pertamanya menjawab, “Saya meninggalkan orang tuaku, menyerahkan diriku kepadamu, tidak peduli susah dan senang atau hidup dan mati, aku tidak akan meninggalkan dirimu. Tidak peduli ke mana pun engkau pergi, dan seberapa jauh, aku pasti akan menemanimu.”

Tiga istri yang biasanya dia sayangi tidak ada satu pun yang mau menemani dirinya, dia barulah terpaksa mengajak istri pertamanya yang sudah dapat dipastikan bukan idamannya, pergi meninggalkan kota.

Ini merupakan sebuah cerita kiasan. Luar negeri yang dimaksud di sini adalah dunia alam baka.

Istrinya yang keempat, ibarat tubuh manusia. Manusia sangat menyayangi tubuh jasadnya, demi memuaskan nafsu materi tubuh ini, lalu kita berbuat apa saja yang bisa dilakukan. Keadaan ini tidak kalah dengan seorang suami yang mencurahkan segenap perhatiannya kepada istrinya yang keempat.

Tetapi manusia tidak mengerti oleh karena pada dasarnya mengejar kepuasan jasmani untuk memenuhi keinginan material. Manusia dalam beberapa kali kehidupan telah berbuat berapa banyak dosa, tetapi tidak peduli di dunia ini Anda telah mendapatkan berapa banyak harta (materi), setelah meninggal yang bisa dibawa serta hanyalah dosa-dosa (karma) yang telah didapatkan karena telah mendapatkan materi tersebut, dan tubuh jasad yang sangat Anda sayangi tersebut, tidak akan bisa menyertai Anda untuk pergi.

Istri yang ketiga, tidak ada bedanya dengan kekayaan di dalam dunia. Tidak peduli harta tersebut Anda kumpulkan dengan berjerih payah, ketika Anda meninggal dunia satu sen pun tidak akan bisa Anda bawa serta.

Istri yang kedua ibarat handai taulan kita. Manusia hidup di dunia ini, sudah sepantasnya jika bisa saling memberikan perhatian. Tetapi acap kali manusia lupa akan norma-norma dasar sebagai manusia, bahkan mengatas namakan teman atau familinya sendiri berbuat kejahatan, sebenarnya tidak peduli manusia berbuat kejahatan apapun di dunia, juga tidak peduli demi siapa perbuatan jahat itu dilakukan, pada akhirnya dirinya harus membayar semua karma yang ditimbulkan atas perbuatan jahat yang telah dia lakukan.

Setelah dia meninggal dunia, handai taulan orang tersebut paling-paling hanya bersedih hati untuk beberapa saat. Tidak lama kemudian, handai taulan tersebut akan berangsur-angsur melupakan hal ini, mereka akan terjun kembali dalam kesibukan hidup masing-masing.

Istri yang pertama ibarat jiwa (bathin) dari manusia, dia menyertai kita bagaikan bayangan, hidup ataupun mati tidak akan berpisah. Dia berhubungan sangat erat dengan kita, akan tetapi kita paling mudah mengabaikan dia, sebaliknya malah mencurahkan segenap perhatian pada benda-benda materi.

Sebenarnya jiwa ini yang akan bersama-sama dengan kita untuk selamanya. Kita seharusnya lebih banyak memberikan perhatian kepada istri pertama yang setia dan loyal.

Berikanlah air kecerdasan yang hidup kepada jiwa kita, dengan demikian kita bisa benar-benar menjadi seorang yang bijak. (Epochtimes/lin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: