• RSS tulisan gue

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS belajar tentang islam

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • arsip oecoep

  • facebook

  • pasang iklan anda disini

    adi ucup

    adi setiawan

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 6 other followers

  • jadikanlah kebaikan adalah hidupmu dan hidup mu adalah kebaikan

  • pengunjung

    • 83,449 orang
  • favourite

  • adioecoep

  • dapur adioecoep

  • hidup adalah perbuatan karena orang yang berbuat pasti adalah orang hidup ha…ha….ha

  • http://www.detik.com

  • tulisan teratas

  • paling banyak dibaca

  • almanak

    August 2009
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • insan kamil

    be the stronger is better than cower

  • ucup ways

    isilah hidupmu dengan kebaikan karena itu yang akan menolongmu kelak di hari pembalasan

  • oecoep

    i am the man want to be insan kamil like my prophet Muhammad SAW

  • Flickr Photos

    More Photos
  • Fathurrahman

  • arsip

  • RSS berita update

  • RSS my another blog

    • Jangan pelihara benci sahabatku ! 24 April 2009
      Jangan Pelihara Rasa Benci dikutip dari portal COP Suatu hari, ketika Nabi saw sedang berkumpul dengan para sahabat di dekat ka’bah, seorang lelaki asing lewat di hadapan mereka. Setelah lelaki itu berlalu, Nabi berujar kepada para sahabat, ”Dialah ahli surga.” Dan hal itu dikatakannya sampai tiga kali. Atas pernyataan Nabi tersebut, timbul penasaran di kala […]
      adi setiawan
    • kunci hati 20 April 2009
      Kunci Hati Senin, 20 April 09 – oleh : admin | 88 x dibaca Pada zaman dulu, ada seorang pesulap bernama Houdini yang sangat ternama dan memiliki ketrampilan yang istimewa, dia bisa membuka kunci serumit apapun juga dalam waktu yang sangat singkat, dan selama ini tidak pernah gagal. Dia pernah menetapkan sebuah target yang penuh […]
      adi setiawan
    • Masuk yang manakah kita? 16 April 2009
      Masuk yang manakah kita? Dalam hidup yang amat sederhana dan singkat ini banyak sekali kejadian-kejadian di sekeliling kita yang hampir setiap hari terjadi, baik yang sifatnya positif maupun negatif, namun manusia sebagai makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lainnya, sepertinya tidak mau memikirkan apalagi menghayatinya. Apakah kita yang termasuk di da […]
      adi setiawan
    • pelajaran hidup dari seorang filsup 8 April 2009
      Pelajaran Hidup Dari Socrates Beberapa murid dari filosof barat kuno Socrates pernah meminta pendapat Socrates tentang hakekat kehidupan manusia. Socrates membawa mereka ke pinggir sebuah hutan buah, berpesan kepada mereka, “Kalian masing-masing berjalanlah menelusuri barisan pohon-pohon buah ini, berjalan dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya, setiap o […]
      adi setiawan
    • Pak Shaleh dan orang shaleh 8 April 2009
      SALEH DAN MALU oleh Mohammad Sobary Beruntung, saya pernah mengenal tiga orang saleh. Ketiganya tinggal di daerah yang berbeda, sikap dan pandangan agamis mereka berbeda, dan jenis kesalehan mereka pun berbeda. Saleh pertama di Klender, orang Betawi campuran Arab. Ia saleh, semata karena namanya. Orang menyukainya karena ia aktif siskamling meskipun bukan pa […]
      adi setiawan
    • The Power of Ikhlas 6 April 2009
      The Power of Ikhlas ALKISAH, di sebuah desa hiduplah seorang ulama yang sangat disegani,meski secara ekonomi hidupnya pas-pasan. Dia berusaha mengajak penduduk di sekitarnya untuk menyembah Tuhan dengan meninggalkan tradisi dan kepercayaan lama yang suka menyembah gunung dan pohonpohon besar.Penduduk desa meyakini gunung dan pohonpohon besar memiliki kekuata […]
      adi setiawan
    • Suami Dambaan Para Bidadari 6 April 2009
      Suami Dambaan Para Bidadari Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi Suami Dambaan Bidadari dakwatuna.com – “Aku benar-benar melihat malaikat sedang memandikan Hanzhalah di antara langit dan bumi dengan air dari awan dalam sebuah tempat besar terbuat dari perak.” Sahabat Urwah ra menegaskan kesaksiannya tentang kesyahidan Hanzhalah di perang Uhud. Mekkah menggelegak terb […]
      adi setiawan
    • Sepucuk “Hidayah” Buat Seorang Sahabat 6 April 2009
      Sepucuk “Hidayah” Buat Seorang Sahabat Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi dakwatuna.com – “Celakalah Khalid. Semoga tuhan Romawi melaknatnya.” Sumpah serapah itu keluar dari mulut Argenta seraya menarik tali kekang kudanya meninggalkan medan perang yang masih berdebu. Samar-samar terlihat ribuan tentara Romawi mulai mengambil langkah seribu. Argenta masih terengah- […]
      adi setiawan
    • ketegaran seorang istri 24 March 2009
      perempuan yg sabar
      adi setiawan
    • kisah sedih 24 March 2009
      buat orang tua untuk bagaimana blajar mendidik anak
      adi setiawan
  • RSS asalusil.com

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Panduan Puasa Ramadhan


Panduan Puasa Ramadhan
Jumat, 21 Agustus 09 – oleh : admin | 153 x dibaca
diambil dari portal COP
Diriwayatkan dari Anas ra. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw.: Apabila ada

sesuatu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu tentang hal itu. Jika ada urusan dienmu, maka akulah tempat kembalinya (ikuti aku ). (H.R Ahmad).

Dirwayatkan dari ‘Aisyah ra: Rasulullah saw. telah bersabda: Barangsiapa melakukan perbuatan yang bukan perintah kami, maka ia tertolak tidak diterima). Dan dalam riwayat lain: Barangsiapa yang mengada-adakan dalam perintah kami ini yang bukan dari padanya, maka ia tertolak. Sementara dalam riwayat lain: Barangsiapa yang berbuat sesuatu urusan yang lain daripada perintah kami, maka ia tertolak. (HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud).

Kandungan dua hadits shahih di atas menerangkan dengan jelas dan tegas bahwa segala perbuatan, amalan-amalan yang hubungannya dengan dien/syari’at terutama dalam masalah ubudiyah wajib menurut panduan dan petunjuk yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Tidak boleh ditambah dan/atau dikurangi meskipun menurut fikiran seolah-olah lebih baik.

Di antara cara syaithan menggoda ummat Islam ialah membisikkan suatu tambahan dalam urusan Dien. Sayangnya, perkara ini dianggap soal sepele, enteng dan remeh. Padahal perbuatan seperti itu adalah merupakan suatu kerusakan yang amat fatal dan berbahaya.

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, katanya: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia pada waktu haji Wada’ . Maka beliau bersabda: Sesungguhnya Syaithan telah berputus asa (dalam berusaha) agar ia disembah di bumimu ini. Tetapi ia ridha apabila (bisikannya) ditaati dalam hal selain itu; yakni suatu amalan yang kamu anggap remeh dari amalan-amalan kamu, berhati-hatilah kamu sekalian. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu , yang jika kamu berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya. Yaitu: Kitab Allah dan

sunnah NabiNya. ” (HR. Hakim).

Dengan demikian dapat difahami bagaimana Rasulullah saw. mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap provokasi setan untuk beramal dengan menyalahi tuntunan Nabi sekalipun hal itu nampak remeh. “Diriwayatkan dari Ghudwahaif bin Al-Harits ra: ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw.: Setiap suatu kaum mengadakan Bid’ah, pasti saat itu diangkat (dihilangkan) sunnah semisalnya. Maka berpegang teguh kepda sunnah itu lebih baik daripada mengadakan bid’ah “(HR.Ahmad). Jadi, ketika amalan bid’ah ditimbulkan betapapun kecilnya, maka pada saat yang sama Sunnah telah dimusnahkan. Pada akhirnya lama kelamaan yang nampak dalam dien ini hanyalah perkara bid’ah sedangkan yang Sunnah dan original telah tertutup. Pada saat itulah ummat Islam akan menjadi lemah dan dikuasai musuh. Insya Allah tak lama lagi kita akan menyambut kedatangan Ramadhan,dalam bulan yang penuh berkat ini kita diwajibkan menjalankan ibadah Shaum Ramadhan sebulan penuh , yang mana hal tersebut merupakan salah satu bagian dari rukun Islam. Karenanya hal tersebut amat penting.

Berkaitan dengan hal di atas, maka kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menunaikan ibadah Shaum ini sesempurna mungkin , benar-benar bebas dari bid’ah sesuai dengan panduan yang telah digariskan oleh Ra sulullah saw. Untuk keperluan itulah dalam risalah yang sederhana ini diterangkan beberapa hal yang berkaitan dengan amaliah shaum Ramadhan, zakat fithrah, dan Shalat ‘Ied berdasarkan Nash-nash yang Shariih (jelas).

Dalil – dalil dan kesimpulan dibuat ag ar mudah difahami antara hubungan amal dengan dalilnya. Dan -tak ada gading yang tak retak- kata pepatah, sudah barang tentu risalah

ini sangat jauh dari sempurna, untuk menuju kesempurnaannya bantuan dari pemakai amat diharapkan. Semoga risalah ini diterima oleh Allah sebagai Amal Shalih yang bermanfaat terutama di akhirat nanti.

1. Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra. telah bersabda Rasulullah saw: Apabila malam sudah tiba dari arah sini dan siang telah pergi dari arah sini, sedang matahari sudah te rbenam, maka orang yang shaum boleh berbuka. (H.R: Al- Bukhary dan Muslim)

2. Diriwayatkan dari Sahal bin Sa?ad: Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda: Manusia (ummat Islam) masih dalam keadaan baik selama mentakjilkan

(menyegerakan) berbuka. (H.R: Al-Bukhary dan Muslim)

3. Diriwayatakan dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah saw berbuka denganmakan beberapa ruthaab (kurma basah) sebelum shalat, kalau tidak ada makadengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk.(H.R: Abu Daud dan Al-Hakiem)

4. Diriwayatkan dari Salman bin Amir, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah

bersabda: Apabila salah seorang diantara kamu shaum hendaklah berbuka dengan kurma, bila tidak ada kurma hendaklah dengan air, sesungguhnya airitu bersih.

(H.R: Ahmad danAt-Tirmidzi )

5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar: Adalah Nabi saw. selesai berbuka Beliau berdo’a

(artinya) telah pergi rasa haus dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap

ada Insya Allah. (H.R: Ad-Daaruquthni dan Abu Daud hadits hasan)

6. Diriwayatkan dari Anas, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw:Apabila makan

malam telah disediakan, maka mulailah makan sebelum shalat Maghrib, janganlah mendahulukan shalat daripada makan malam itu (yang sudah terhidang ). (H.R: Al- Bukhary dan Muslim)

7. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra: Sesungguhnya Rasulullah saw.telah bersabda: Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya makan sahur itu berkah. (H.R: Al- Bukhary)

8. Diriwayatkan dari Al-Miqdam bin Ma’di Yaqrib, dari Nabi saw.bersabda: Hendaklah

kamu semua makan sahur, karena sahur adalah makanan yang penuh berkah.

(H.R: An-Nasa’i)

9. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit t berkata: Kami bersahur bersama Rasulullah

saw. kemudian kami bangkit untuk menunaikan shalat (Shubuh). Saya berkata: Berapa saat jarak antara keduanya (antara waktu sahur danwaktu Shubuh)?Ia berkata: Selama orang membaca limapuluh ayat. (H.R:Al-Bukhary dan Muslim)

10. Diriwayatkan dari Amru bin Maimun, ia berkata: Adalah para sahabat Muhammad saw. adalah orang yang paling menyegerakan berbuka dan melambatkan makan sahur. (H.R: Al-Baihaqi )

11. Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila salah seorang diantara kamu mendengar

adzan dan piring masih di tangannya janganlah diletakkan hendaklah ia menyelesaikan hajatnya (makan/ minum sahur ) daripadanya. (H.R:Ahmad dan Abu Daud dan Al-Hakiem)

12. Diriwayatkan dari Abu Usamah ra. ia berkata: Shalat telah di’iqamahkan, sedang segelas minuman masih di tangan Umar ra. beliau bertanya: Apakah ini boleh saya minum wahai Rasulullah ? Beliau r. menjawab: ya, lalu ia meminumnya. (H.R Ibnu Jarir)

13. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: Adalah Rasulullah saw.orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mentadaruskan beliau saw. al-qur’an dan benar -benar Rasulullah saw. lebih dermawan tentang kebajikan(cepat berbuat kebaikan) daripada angin yang dikirim.(HR Al-Bukhary)

14. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Adalah Rasulullah saw.menggalakkan qiyamullail (shalat malam) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan secara wajib, maka beliau bersabda: Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu. (H.R: Jama’ah)

15. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Nabi saw. Apabila memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) beliau benar-benar menghidupkan malam (untuk beribadah) dan membangunkan istrinya (agar beribadah) dengan mengencangkan ikatan sarungnya (tidak mengumpuli istrinya). (H.R:Al-Bukhary dan Muslim)

16. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: Adalah Nabi saw. bersungguh-sungguh shalat

malam pada sepuluh hari terakhir (di bulan Ramadhan) tidak seperti kesungguhannya dalam bulan selainnya. (H.R: Muslim)

17. Diriwayatkan dari Abu salamah din Abdur Rahman, sesungguhnya ia telah

bertanya kepada Aisyah ra: Bagaimana shalat malamnya Rasulullah saw di bulan

Ramadhan? maka ia menjawab : Rasulullah saw tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas raka’at baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, caranya: Beliau shalat empat raka’at jangan tanya baik dan panjangnya, kemudian shalat lagi empat raka’at jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian shalat tiga raka?at. (H.R: Al-Bukhary,Muslim dan lainnya)

18. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. Apabila bangun shalat malam, beliau membuka dengan shalat dua raka’at yang ringan, kemudian shalat delapan raka’at, kemudian shalat witir. (H.R: Muslim)

19. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata: Ada seorang laki-laki berdiri lalu ia berkata:

Wahai Rasulullah bagaimana cara shalat malam ? Maka Rasulullah r. menjawab: Shalat malam itu dua raka’at dua raka’at. Apabila kamu khawatir masuk shalat Shubuh, maka berwitirlah satu raka’at. (H.R:Jama’ah)

20. Dari Aisyah ra. ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw shalat di masjid, lalu para sahabat shalat sesuai dengan shalat beliau (bermakmum di belakang), lalu beliau shalat pada malam kedua dan para sahabat bermakmum dibelakangnya bertambah banyak, kemudian pada malam yang ketiga atau yang keempat mereka berkumpul, maka Rasulullah saw tidak keluar mengimami mereka. Setelah pagi hari beliau bersabda: Saya telah tahu apa yang kalian perbuat, tidak ada yang menghalangi aku untuk keluar kepada kalian (untuk mengimami shalat) melainkan aku khawatir shalat malam ini difardhukan atas kalian. Ini terjadi pada bulan Ramadhan. (H.R: Al-Bukhary dan Muslim)

21. Dari Ubay bin Ka’ab t. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. Shalat witir dengan membaca: Sabihisma Rabbikal A’la)dan (Qul ya ayyuhal kafirun) dan (Qulhu wallahu ahad). (H.R: Ahmad, Abu Daud, Annasa’i dan Ibnu Majah)

22. Diriwayatkan dari Hasan bin Ali t. ia berkata: Rasulullah saw. Telah mengajarkan kepadaku beberapa kata yang aku baca dalam qunut witir: artinya) Ya Allah berilah aku petunjuk beserta orang-orang yang telah engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan yang sempurna beserta orang yang telah engkau beri kesehatan yang sempurna, pimpinlah aku beserta orang yang telah Engkau pimpin, Berkatilah untukku apa yang telah Engkau berikan, peliharalah aku dari apa yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan tiada yang dapat memutuskan atas Engkau, bahwa tidak akan hina siapa saja yang telah Engkau pimpin dan tidak akan mulia siapa saja yang Engkau musuhi. Maha agung Engkau wahai Rabb kami dan Maha Tinggi Engkau. (H.R: Ahmad, Abu Daud, Annasa’i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

23. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang shalat malam menepati lailatul qadar, maka diampuni dosanya yang telah lalu. (H.R: Jama’ah)

24. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. Telah bersabda: berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir. H.R: Muslim)

25. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata: Dinampakkan dalam mimpi seorang laki-laki bahwa lailatul qadar pada malam kedua puluh tujuh, maka Rasulullah saw. bersabda: Sayapun bermimpi seperti mimpimu, (ditampakkan pada sepuluh malam terakhir, maka carilah ia (lailatul qadar) pada malam-malam ganjil. (H.R: Muslim)

26. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullah saw. Ya

Rasulullah, bagaimana pendapat tuan bila saya mengetahui lailatul qadar,apa yang

saya harus baca pada malam itu ? Beliau bersabda: Bacalah artinya) Yaa Allah sesungguhnya Engkau maha pemberi ampun, Engkau suka kepada keampunan maka ampunilah daku. (H.R: At-Tirmidzi dan Ahmad)

27. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata: Adalah Rasulullah saw mengamalkan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan oleh

Allah Azza wa Jalla. (H.R: Al-Bukhary dan Muslim)

28. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata: Adalah Rasulullah saw. Apabila hendak

beri’tikaf, beliau shalat shubuh kemudian memasuki tempat i’tikafnya……….

(H.R:Jama’ah kecuali At-Tirmidzi )

29. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata: Adalah Rasulullah saw. Apabila beri’tikaf , beliau mendekatkan kepalanya kepadaku, maka aku menyisirnya, dan adalah beliau tidak masuk ke rumah kecuali karena untuk memenuhi hajat manusia (buang

air, mandi dll…) (H.R: Al-Bukhary dan Muslim)

30. Allah ta’ala berfirman: (artinya) Janganlah kalian mencampuri ereka(istri-istri kalian)

sedang kalian dalam keadaan i’tikaf dalam masjid. Itulah batas-batas ketentuan

Allah, maka jangan di dekati… Al-Baqarah : 187)

31. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw:

Setiap amal anak bani Adam adalah untuknya kecuali shaum, ia adalah untukku dan aku yang memberikan pahala dengannya. Dan sesungguhnya shaum itu adalah benteng pertahanan, pada hari ketika kamu shaum janganlah berbuat keji , jangan berteriak-teriak (pertengkaran), apabila seorang memakinya sedang ia shaum maka hendaklah ia katakan: ” sesungguhnya saya sedang shaum” . Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya sungguh bau busuknya mulut orang yang sedang shaum itu lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada kasturi. Dan bagi orang yang shaum ada dua kegembiraan, apabila ia berbuka ia gembira dengan bukanya dan apabila ia berjumpa dengan Rabbnya ia gembira karena shaumnya. (H.R: Al-Bukhary dan Muslim)

32. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Sesungguhnya Nabi saw. Telah bersabda: Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan kebohongan, maka tidak ada bagi Allah hajat (untuk menerima) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya. (H.R: Jama’ah Kecuali Muslim) Maksudnya Allah tidak merasa perlu memberi pahala shaumnya.

33. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar yang sering di panggil Ummu Sinan: Apa yang menghalangimu untuk melakukan haji bersama kami ? Ia menjawab: Keledai yang ada pada kami yang satu dipakai oleh ayahnya si fulan (suaminya) untuk berhaji bersama anaknya sedang yang lain di pakai untuk memberi minum anak -anak kami. Nabipun bersabda lagi Umrah di bulan Ramadhan sama dengan mengerjakan haji atau haji bersamaku. H.R: Muslim)

34. Rasulullah sw. bersabda: Apabila datang bulan Ramadhan kerjakanlah umrah

karena umrah di dalamnya (bulan Ramadhan) setingkat dengan haji. (H.R: Muslim)

KESIMPULAN

Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa dalam mengamalkan shaum Ramadhan kita perlu melaksanakan adab-adab sbb :

1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib. (dalil: 6) Sunnah berbuka adalah sbb:

a. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti kurma, air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat. dalil:

2,3 dan 4)

b. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan

shalat dahulu. (dalil: 6)

c. Setelah berbuka berdo’a dengan do’a sbb: Artinya: Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah. (dalil: 5)

2. Makan sahur. (dalil: 7 dan 8 ) Adab-adab sahur:

a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh. (dalil 9 dan 10)

b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh,

maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur karena sudah masuk waktu Shubuh. (dalil 11 dan 12) * Imsak tidak ada sunnahn ya dan tidak pernah diamalkan pada zaman sahabat maupun tabi’in.

3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur’an (dalil: 13)

4. Menegakkan shalat malam / shalat Tarawih dengan berjama’ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir(20 hb. Sampai akhir Ramadhan). (dalil: 14,15 dan 16)

Cara shalat Tarawih adalah:

a. Dengan berjama’ah. (dalil: 19)

b. Tidak lebih dari sebelas raka’at yakni salam tiap dua raka’at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka’at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka’at. (dalil: 17)

c. Dibuka dengan dua raka’at yang ringan. (dalil: 18)

d. Bacaan dalam witir: Raka’at pertama : Sabihisma Rabbika. Roka’t kedua:Qul yaa

ayyuhal kafirun. Raka’at ketiga: Qulhuwallahu ahad. (dalil: 21)

e. Membaca do’a qunut dalam shalat witir. (dalil 22)

5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendakla h lebih giat beribadah dan membaca: Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada keampunan maka ampunilah aku. (dalil: 25 dan 26)

6. Mengerjakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir. (dalil: 27) 7.

Cara i’tikaf:

a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i’tikaf di masjid. (dalil 28)

b. Tidak keluar dari tempat i’tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak.(dalil: 29)

a. Tidak mencampuri istri dimasa i’tikaf. (dalil: 30)

7. Mengerjakan umrah. (dalil: 33 dan 34)

8. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran. (dalil: 31

dan 32)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: